Meski pensiun dari tim nasional mulai terlihat di depan mata, Ronaldo mengaku tidak memiliki penyesalan. Ia merasa telah memberikan seluruh kemampuannya untuk Portugal selama lebih dari dua dekade.
"Hari itu pasti akan datang, saat saya pensiun dari tim nasional. Apa pun yang terjadi besok, Cristiano akan pergi dengan hati nurani yang bersih, bukan 100 persen, tetapi 1.000 persen. Saya telah memberikan segalanya untuk sepak bola," ujarnya.
Ia menegaskan sepak bola bukan lagi soal membuktikan diri. Baginya, bermain kini lebih didorong oleh rasa cinta terhadap permainan.
"Saya tidak membutuhkan sepak bola untuk menjalani hidup yang baik. Saya bermain karena mencintainya. Anda harus menikmati setiap hari. Dan saya sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia ini, jadi saya rasa saya tidak terlalu buruk, bukan?" katanya sambil tersenyum.
Ronaldo bahkan menyebut Piala Dunia 2026 sebagai edisi paling berkesan sepanjang kariernya. Menurutnya, pengalaman emosional yang dirasakan selama turnamen jauh lebih berarti dibandingkan catatan statistik di lapangan.
"Ini luar biasa. Pengalaman ini melampaui apa yang terjadi di lapangan. Ini adalah Piala Dunia yang paling akan saya kenang karena semangat orang-orang. Secara emosional, ini adalah yang terbaik. Saya benar-benar menikmatinya," ujar mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut.
Meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo menolak menganggap hal itu sebagai kekurangan dalam kariernya.
"Saya tidak merasa kekurangan apa pun dalam hidup. Saya tidak akan menjadi lebih atau kurang sebagai Cristiano hanya karena memenangkan atau tidak memenangkan Piala Dunia. Kami memiliki kualitas untuk menjadi juara, tetapi hanya satu negara yang bisa memenangkannya," katanya.