humaniora

Feature - Para penyintas Gaza hadapi jalan panjang untuk pulih dari luka psikologis

Selasa, 4 November 2025 | 20:03 WIB
Foto yang diabadikan pada 29 Oktober 2025 di Rumah Sakit al-Shifa, sebelah barat Gaza City, ini menunjukkan seorang warga Palestina yang berduka atas korban yang tewas akibat serangan udara Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad) 4 November 2025




Ibunya mengatakan bahwa Lana sering terbangun di malam hari sambil berteriak dan menutup telinganya, seakan-akan ingin menghalangi suara ledakan yang bergema dalam mimpinya.





Abdullah al-Jamal, direktur Rumah Sakit Jiwa Gaza yang kini telah hancur, menggambarkan situasi kesehatan mental di Gaza sebagai “katastropik”.





“Sebagian besar warga Gaza menderita gangguan psikologis sedang hingga berat akibat rasa takut yang terus-menerus dan kurangnya rasa aman,” ujar al-Jamal kepada Xinhua.





Dia mengatakan gangguan stres pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD) dan depresi merupakan kondisi yang paling umum terjadi, sementara perilaku melukai diri sendiri juga telah dilaporkan di kalangan anak muda. “Kelanjutan dari trauma, yang dikombinasikan dengan kurangnya obat-obatan, dapat mengakibatkan gangguan mental jangka panjang, terutama di kalangan anak-anak,” ujar al-Jamal memperingatkan.





Al-Jamal mengatakan bahwa ketersediaan obat psikiatris saat ini kurang dari 50 persen dari tingkat sebelum perang. “Pusat-pusat kesehatan kekurangan staf terlatih, dan dukungan internasional masih terbatas,” ujarnya.





Sebuah laporan dari Program Kesehatan Mental Komunitas Gaza, yang diterbitkan pada Oktober 2025 dengan judul ‘Krisis Kesehatan Mental: Dua Tahun Hidup di Bawah Genosida’, menemukan bahwa hampir 68 persen penduduk Gaza menderita PTSD.





Laporan tersebut mengatakan bahwa 96 persen anak-anak merasa kematian sudah dekat, 92 persen berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi kehidupan yang baru, dan 87 persen mengalami ketakutan dan mimpi buruk terus-menerus.


Halaman:

Tags

Terkini

Bertemu Kafilah MTQN Semarang, Wagub Aceh sampaikan ini

Sabtu, 19 September 2026 | 21:24 WIB

Latihan Mobud dan Fastrope menjelang ke Hawaii

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:33 WIB

Warga Brunei dilarang merokok, ternyata ini alasannya

Minggu, 9 November 2025 | 00:08 WIB