“Gencatan senjata saat ini memberikan kesempatan terbatas untuk intervensi psikologis, tetapi tanpa keamanan dan stabilitas, terapi tidak akan berhasil,” kata al-Jamal.
Dia menekankan bahwa pemulihan mental harus dikaitkan dengan upaya rekonstruksi dan stabilitas yang lebih luas. “Masyarakat tidak dapat pulih saat mereka masih khawatir bahwa pengeboman dapat terjadi lagi kapan saja,” imbuh al-Jamal.
Dia mengatakan bahwa membangun kembali ketahanan psikologis Gaza membutuhkan rencana nasional jangka panjang yang mencakup program pengobatan gratis, pelatihan para profesional kesehatan mental baru, serta peluncuran kampanye sosial untuk mendukung anak-anak dan perempuan.//Redaksi
Dikutip dari : Xinhua indonesiawindow.com