humaniora

Soal zakat dan wakaf dibahas dalam konferensi internasional

Minggu, 21 September 2025 | 18:44 WIB
Para Pemakalah memaparkan peapernya pada konferensi internasional Aceh International Symposium on Zakat, Waqf and Awqaf (AISZAWA) di Auditorium Prof Ali Hasjmy Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, 18–19 September 2025. FOTO: Dokumen Panitia


Banda Aceh (Aentenews) - Sebanyak 65 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi membahas isu-isu aktual seputar zakat dan wakaf pada konferensi internasional yang bertajuk “Aceh International Symposium on Zakat, Waqf and Awqaf (AISZAWA)” .





Dalam konferensi yang berlangsung selama dua hari di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam FEBI UIN Ar-Raniry Prof Dr Hafas Furqani, di Banda Aceh, Ahad, mengatakatan, sebagai penyelenggara, FEBI UIN Ar-Raniry mengundang para akademisi, peneliti, dan praktisi baik dalam maupun luar negeri untuk membahas isu-isu aktual seputar zakat dan wakaf.





“Kegiatan ini menghadirkan 65 makalah terpilih melalui proses call for paper yang disajikan dalam berbagai sesi paralel. Para pemakalah berasal dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia, Turkiye, Maldive, Nigeria dan Indonesia, dengan tema; Revitalizing Zakat and Waqf for Inclusive Economic Development”, ujarnya.





Hafas Furqani menegaskan bahwa AISZAWA ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran zakat dan wakaf sebagai instrumen ekonomi umat. Konferensi ini bukan hanya forum ilmiah, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata kampus dalam mendorong tata kelola zakat dan wakaf yang lebih profesional dan produktif.





Ia menyebut, selama dua hari itu, makalah yang dipresentasikan antara lain membahas berbagai topik, mulai dari wakaf dan zakat transformatis sebagai instrumen yang mengubah kondisi masyarakat lemah, digitalisasi pengelolaan, tata kelola kelembagaan, inovasi dan kreativitas dalam pengumpulan, pengembangan dan penyaluran agar lebih berdampak, hingga peran zakat dan wakaf dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan.





Sementara itu, ketua panitia AISZAWA 2025, Dr Ayumiati, MSi mengatakan, konferensi ini menghadirkan sejumlah keynote speakers, di antaranya Prof Dr Abdul Ghafar Ismail dari Universiti Kebangsaan Malaya, Dr Nik Yusoff Nik Ismail dari Forum Ekonomi Manusiawi (FEM) Malaysia, Taufiqurrahman SP MP dari Bappeda Aceh dan Fahmi M Nasir MCL dari Satgas Gerakan Aceh Berwakaf.





“Konferensi internasional ini menjadi bukti komitmen FEBI UIN Ar-Raniry dalam mendukung riset-riset strategis di bidang ekonomi Islam, khususnya zakat dan wakaf. Jumlah peserta dan pemakalah yang tinggi menunjukkan bahwa topik ini semakin relevan dalam konteks pembangunan ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.


Halaman:

Terkini

Bertemu Kafilah MTQN Semarang, Wagub Aceh sampaikan ini

Sabtu, 19 September 2026 | 21:24 WIB

Latihan Mobud dan Fastrope menjelang ke Hawaii

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:33 WIB

Warga Brunei dilarang merokok, ternyata ini alasannya

Minggu, 9 November 2025 | 00:08 WIB