Konon dalam sejarahnya disebut "Geurutee" berasal dari bahasa Aceh yang berarti "melihat dari ketinggian". Mungkin alasan ini dan sesuai namanya, puncak Geuruete menjadi tempat menikmati pemandangan lepas ke Samudra Hindia yang luas membiru.
“Indah memang, mulai dari kaki gunung hingga puncak Geurute, menyajikan keindahan dan perpaduan alam darat dan laut,” kata Safarina , salah seorang pengujung di lokasi tersebut.
Perpaduan dengan hutan tropis yang rimbun di sekitarnya. Akses menuju puncak tergolong mudah karena berada di tepi jalan lintas, menjadikannya tempat perhentian favorit bagi pengendara maupun pelancong dan sayangnya fasilitas parkir kendaraan belum tersedia, katanya.
Bagi pengunjung yang berpegian melintasi pantai Barat dan Selatan Aceh itu, dapat beristirahat sejenak. Puncak Gunung Geuruete menawarkan banyak daya tarik yang layak untuk dieksplorasi.
Panorama alam yang memikat, seperti flora dan fauna yang masih alami berpadu dalam harmoni yang berbeda ditemukan di daerah. Salah satu daya tarik utama dari Puncak Gunung Geuruete adalah pemandangan saat matahari terbit atau tenggelam, menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata.
Monyet monyet yang seakan sudah tak asing lagi bersahabat dengan pengunjung. Hewan-hewan tersebut kerap mendekat dengan pengunjung yang berada di warung warung kecil yang berjejer di lintas jalan nasional puncak Gunung Geuruete.
Meskipun terkesan akrab dengan pengunjung, namun disarankan tetap waspada
dan tidak memberi makan sembarangan agar ekosistem tetap terjaga.
Inilah wisata puncak di tepi jalan. Bagi pecinta fotografi atau sekadar ingin mengabadikan pemandangan bahari dan alam pegunungan Gunung Geuruete menawarkan banyak spot foto menawan. Dimulai dari lokasi jembatan kecil, warung dengan latar laut, hingga sudut jalan yang dipenuhi kabut saat pagi, semuanya memberikan estetika visual yang indah.