ekonomi

Revitalisasi Teluk Mendale Capai 75 Persen, Pariwisata dan UMKM Aceh Tengah siap bangkit

Senin, 19 Oktober 2026 | 21:29 WIB
Progres rehabilitasi kawasan Teluk Mandale di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. dok. Satgas PRR

 

 

Aceh Tengah (Aentenews) - Revitalisasi kawasan wisata Teluk Mendale di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, telah mencapai 75 persen dan ditargetkan tuntas menjelang libur akhir tahun 2026.

Percepatan pekerjaan dilakukan agar destinasi yang terdampak bencana November 2025 tersebut dapat kembali menarik wisatawan sekaligus menggerakkan usaha masyarakat menjelang libur akhir tahun.

Pekerjaan meliputi perbaikan jalan dan kawasan secara permanen, penataan ruang wisata, penambahan wahana, serta pembangunan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah. Target penyelesaian ditetapkan pada Desember 2026, tetapi pemerintah daerah bersama pelaksana berupaya menuntaskan pekerjaan lebih cepat pada November.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Erwin Pratama mengatakan pekerjaan yang tersisa antara lain pemasangan paving block atau pengaspalan serta penyelesaian bangunan sentra UMKM. Kehadiran ruang usaha tersebut diharapkan memungkinkan pedagang dan pelaku ekonomi kreatif kembali memperoleh penghasilan dari aktivitas pariwisata.

“Untuk lokasi UMKM ini tinggal plesteran dan atap,” kata Erwin dalam siaran pers saat meninjau progres revitalisasi Teluk Mendale bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Senin (19/10/2026).

Pemulihan kawasan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Pekerjaan Umum menangani pembangunan infrastruktur fisik, sedangkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyiapkan pendampingan bagi pelaku UMKM agar dapat kembali menjalankan usaha setelah kawasan dibuka secara penuh.

“Kami berharap dengan adanya pembangunan seperti ini, pemulihan wisata Kabupaten Aceh Tengah dapat bangkit kembali,” ujar Erwin.

Selain menuntaskan destinasi, perbaikan akses menuju Aceh Tengah menjadi bagian penting dalam memulihkan arus wisatawan. Sejumlah jalur dari arah Bireuen, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara belum sepenuhnya pulih sehingga masih memengaruhi kenyamanan serta keyakinan masyarakat untuk berkunjung ke Takengon.

“Keinginan masyarakat untuk berkunjung ke Kabupaten Aceh Tengah sebenarnya besar. Namun, mereka masih sangat waswas terhadap kondisi jalan menuju Aceh Tengah,” kata Erwin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Tengah Jumadil Enka mengatakan kebangkitan pariwisata mulai terlihat dari meningkatnya okupansi hotel dan aktivitas restoran. Untuk memperkuat tren tersebut, pemerintah daerah menargetkan rata-rata masa tinggal wisatawan meningkat dari dua hari menjadi sedikitnya empat hari.

Perpanjangan masa tinggal diharapkan memperluas belanja wisatawan pada penginapan, kuliner, rekreasi, transportasi, dan produk UMKM. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga menargetkan penerimaan daerah dari sektor pariwisata meningkat dari sekitar Rp3–4 miliar pada 2025 menjadi Rp15–20 miliar.

“Kalau kita bicara target PAD, hari ini kami akan meningkatkan pajak hotel, restoran, dan rekreasi. Saat ini mungkin baru Rp3–4 miliar. Ke depan kami berharap menjadi Rp15–20 miliar dari sektor hotel, restoran, dan hiburan,” kata Jumadil.

 

Tags

Terkini

Seluruh Daerah dengan Realisasi TKD Tambahan di Aceh 

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:19 WIB