Dengan gaya analitisnya yang khas, Rocky menegaskan bahwa letak kekuatan hakiki dari sebuah koperasi ada pada pergerakannya, bukan sebatas pada peresmian nomenklatur kelembagaan.
“Koperasi harus dipahami bahwa bukan semata-mata sebuah bangunan, tapi adalah revolusi atau gerakan. Revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan. Kalau tidak ada gerakan, tidak ada revolusi,” lontar Rocky di hadapan pimpinan Syarikat Islam.
Geliat kebangkitan yang dipelopori oleh dua tokoh sentral ini turut diamini oleh Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva.
Ia memandang, koperasi adalah jalan paling sahih untuk menyadarkan rakyat dari hegemoni kapitalisme modern.
Forum silang pendapat yang turut dihadiri oleh jajaran pakar ekonomi syariah ini pada akhirnya tak sekadar membedah sejarah masa lampau, melainkan telah menjelma menjadi cetak biru perlawanan ekonomi kerakyatan untuk mewujudkan kemerdekaan finansial umat di masa depan. (Infopublik/Humas Kemenkop)