ekonomi

Hidupkan Api Tjokroaminoto, Wantimpres Rocky Gerung Gaungkan Koperasi sebagai Senjata Lawan Penindasan Ekonomi

Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:48 WIB
Menkop Ferry Juliantono bersama Wantimpres Rocky Gerung melontarkan gagasan kritis nan revolusioner dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026). FOTO dok. Humas Kemenkop

 Jakarta  (Aentenews) - Semangat perlawanan terhadap penindasan ekonomi nyatanya belum padam di republik ini. Jika pada masa prakemerdekaan perlawanan itu ditujukan untuk mendobrak kolonialisme, hari ini perjuangan tersebut bermanifestasi dalam upaya keras memutus rantai penguasaan sumber daya yang dimonopoli oleh segelintir korporasi raksasa atau oligarki.

Menghidupkan kembali nyala api pergerakan tersebut, Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, bersanding dengan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, untuk menyerukan sebuah "revolusi" melalui kebangkitan koperasi.

Gagasan besar ini menggema sangat kuat dalam Diskusi Publik PraKongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 yang mengusung tema "Gerakan Koperasi: Revolusi Ekonomi Indonesia" di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Membedah akar sejarah, Ferry mengajak hadirin untuk menapak tilas jejak pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto.

Sang guru bangsa tersebut sejak Kongres SI ketiga di Bandung telah menjadikan kemandirian ekonomi sebagai instrumen politik pembebasan umat dari jerat kapitalisme kolonial, yang kemudian membuahkan lahirnya koperasi dan Asuransi Bumiputera pada 1912.

Bagi Ferry, kebangkitan perkoperasian masa kini tak ubahnya menyemai kembali benih kemerdekaan sejati yang dirintis para founding fathers.

Ia menegaskan, koperasi bukan sekadar entitas bisnis atau simpan pinjam biasa, melainkan wujud nyata dakwah ekonomi yang berpijak pada pengembangan ekonomi syariah, kekuatan dana zakat dan wakaf, serta kepedulian ekologi.

 "Koperasi memiliki kedekatan nilai yang kuat dengan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan umat,” papar Ferry.

Melalui wadah ini, masyarakat didorong untuk bermetamorfosis dari sekadar konsumen pasif menjadi entitas produsen sekaligus pemilik manfaat ekonomi.

Visi pembebasan ini, menurutnya, amat sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang kini berupaya keras mengembalikan negara ke jalur konstitusi demi memastikan kemakmuran dibagi secara merata kepada rakyat.

Narasi ekonomi kerakyatan itu mendapat penebalan filosofis dari Rocky Gerung. Anggota Wantimpres yang dikenal dengan pemikiran kritisnya ini membedah bahwa napas koperasi sejatinya bertali erat dengan kedalaman makna setiap sila dalam Pancasila.

Rocky secara khusus menyoroti inisiatif pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang saat ini tengah digalakkan.

Menurutnya, inisiatif tersebut mutlak membutuhkan perlindungan dan intervensi dari negara agar memiliki fondasi kokoh sebagai instrumen pemberdayaan.

Namun, ia memberi catatan keras bahwa ruh utamanya harus tetap menyala sebagai gerakan organik yang lahir dari rahim kebutuhan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

Laba membaik, Saham GOTO justru terperosok 44%  

Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:33 WIB