dunia

Arab Saudi minta UEA tarik pasukan dari Yaman

Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:09 WIB


Foto dokumentasi menunjukkan tentara Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) berkumpul saat mereka bersiap meninggalkan Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada 16 Desember 2020. (Xinhua/Str)





Riyadh (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Kabinet Saudi pada Selasa (30/12) menyerukan kepada Uni Emirat Arab (UEA) untuk menarik pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam dan mengakhiri semua dukungan untuk kelompok separatis, yang menandakan keretakan tajam terbuka antara dua kekuatan Teluk tersebut.






Pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita milik negara, Saudi Press Agency, itu memperingatkan bahwa Riyadh akan mengambil “langkah-langkah yang diperlukan” guna melindungi keamanan nasionalnya dan menggambarkan perkembangan terkini sebagai “eskalasi yang tidak berdasar” yang merusak stabilitas dan bertentangan dengan prinsip-prinsip koalisi pimpinan Arab Saudi.






Ketegangan meningkat akibat tindakan Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) Yaman, yang baru-baru ini merebut sebagian besar wilayah Provinsi Hadramout yang kaya akan cadangan minyak dan Kegubernuran Al-Mahrah di Yaman timur, wilayah yang dianggap Riyadh sebagai “garis merah” karena kedekatannya dengan Arab Saudi dan konsentrasi cadangan energi Yaman yang tersisa.






Kabinet Saudi menyatakan penyesalan atas kegagalan upaya deeskalasi dan menuduh UEA tidak menghormati komitmen sebelumnya, serta menegaskan kembali dukungan penuh untuk Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (Presidential Leadership Council/PLC) beserta ketuanya, Rashad al-Alimi.





Meskipun merupakan bagian dari PLC, STC Yaman telah lama mendorong kemerdekaan Yaman selatan dan menuduh pemerintah yang diakui secara internasional, yang kini berbasis di Kota Aden di Yaman selatan setelah digulingkan oleh pasukan Houthi pada 2014, gagal dalam melawan serangan Houthi.






Kelompok separatis tersebut memegang kendali yang signifikan di Aden dan kota-kota selatan lainnya, dan dilaporkan menerima dukungan dari UEA, yang telah memancing kemarahan Arab Saudi, pendukung utama pemerintah yang diakui.


Halaman:

Tags

Terkini

Iran anggap musuh negara yang ikut perang ekonomi AS

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kemlu pantau kondisi WNI pascagempa Kolombia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bahrain dan Kuwait diam-diam serang Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB