Nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) AS-Iran yang baru ditandatangani menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur perairan vital yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia sebelum perang.
MoU juga mengharuskan Iran untuk mengizinkan kapal-kapal niaga lewat tanpa dikenai biaya selama 60 hari.Data pelayaran terbaru menunjukkan pemulihan parsial pada lalu lintas yang melintasi selat itu setelah penandatanganan MoU tersebut, meskipun arus saat ini masih jauh di bawah tingkat sebelum perang.//Redaksi.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran".