Dia juga mengatakan telah lama meyakini bahwa NATO merupakan "jalan satu arah", yang berarti AS akan selalu mendukung sekutunya, tetapi mereka belum tentu membantu Washington ketika dibutuhkan.
Mengenai Inggris, Trump mengatakan negara itu sering dianggap sebagai "sekutu nomor satu" dan sekutu "paling lama" Washington, tetapi Inggris "tidak mau datang" ketika AS meminta bantuan.
Dia menambahkan bahwa Inggris baru menawarkan untuk mengirim kapal setelah AS "pada dasarnya telah menyingkirkan kapasitas bahaya" yang ada.
"Kami membutuhkan kapal-kapal itu sebelum kami menang, bukan setelah kami menang," kata Trump seperti dikutip laporan tersebut.
Menurut laporan itu, Trump mengatakan AS siap melancarkan serangan baru terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran, dan dapat pula menargetkan infrastruktur minyak negara itu.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran serta kota-kota lain di Iran. Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan sejumlah pangkalan serta aset Israel dan AS di seantero Timur Tengah.
Sementara itu, komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), Alireza Tangsiri, pada Sabtu (14/3) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup secara militer, melainkan "hanya berada di bawah kendali".
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "AS makin terjepit dalam perang dengan Iran, Trump ancam NATO jika tak bantu di Hormuz", .//Redaksi.