Rabu, 30 September 2026

Wapres AS sebut Hamas akan dimusnahkan jika tolak pelucutan senjata

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:08 WIB
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada awak media dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 1 Oktober 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance berbicara kepada awak media dalam sebuah taklimat pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 1 Oktober 2025. (Xinhua/Hu Yousong)


Yusalem, Wilayah Palestin yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance pada Selasa (21/10) mengatakan bahwa Hamas akan “dimusnahkan” jika menolak pelucutan senjata, dan menambahkan bahwa Israel akan menentukan pasukan asing mana, jika ada, yang mungkin dikerahkan di Gaza.





Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kiryat Gat, yang terletak di utara Gaza, Vance menyebutkan bahwa para pejuang Hamas dapat diampuni jika kelompok tersebut kooperatif. “Jika mereka tidak kooperatif … Hamas akan dimusnahkan,” ujarnya.





Vance menekankan bahwa Gedung Putih tidak akan mendesak Israel terkait keberadaan pasukan asing, menyebutnya sebagai “hal yang harus disepakati oleh pihak Israel.” Dia menambahkan bahwa Turkiye dapat memainkan peran yang signifikan.





Saat para mediator berupaya mewujudkan kemungkinan gencatan senjata fase kedua, pejabat AS tersebut mengakui adanya tantangan yang akan dihadapi. “Apakah saya dapat memastikan 100 persen bahwa ini akan berhasil? Tidak … tetapi Anda melakukan hal-hal sulit dengan mencobanya,” kata Vance.





Dia juga menanggapi kekecewaan terkait lambatnya proses evakuasi para sandera dan jenazah. “Beberapa sandera terkubur di bawah ribuan pon puing-puing. Beberapa sandera lainnya bahkan tidak diketahui keberadaannya,” sebut Vance, seraya meminta untuk menunjukkan “sedikit kesabaran.”





Kesepakatan gencatan senjata Gaza sempat mengalami kendala akibat para pihak saling menuduh bahwa pihak lainnya melanggar, tetapi baik Israel maupun Hamas secara terbuka menegaskan kembali komitmen mereka.





Vance, yang tiba di Israel pada Selasa tersebut, diperkirakan akan bertemu dengan jajaran pemimpin Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump, sudah berada di Israel sebelum kedatangan Vance.//Redaksi


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Iran anggap musuh negara yang ikut perang ekonomi AS

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Kemlu pantau kondisi WNI pascagempa Kolombia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Bahrain dan Kuwait diam-diam serang Iran

Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Terpopuler

X