Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, pada kesempatan itu juga memberikan penjelasan percepatan rehabailitasi sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi dan percepatan pembangunan infrastruktur lainnya pascabencana banjir.
Selain meninjau pekerjaan fisik, Wapres Gibran juga berdialog dengan masyarakat yang terdampak banjir dan selain mendengarkan langsung berbagai aspirasi warga, terutama kaum ibu, mengenai kondisi saat bencana maupun harapan terhadap keberlanjutan pembangunan di daerah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wapres menyerahkan buku tulis dan perlengkapan sekolah kepada sejumlah anak-anak yang hadir.
Kepala BPJN Aceh, Zulkarnaen, menyampaiakan kepada Wapres Gibran tertkait proges pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum terus dipercepat agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
"Insya Allah penyambungan struktur jembatan dapat dilakukan pada bulan Agustus ini, sementara secara fungsional ditargetkan dapat digunakan pada Desember 2026. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jembatan akan beroperasi penuh pada tahun 2027," katanya.
Seusai mengunjungi Kecamatan Kutablang, Wapres melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 7 Jangka di Gampong Pante Ranup, Kecamatan Jangka, kabupaten Bireuen salah satu sekolah yang terdampak banjir dan kini tengah direvitalisasi pemerintah.
Di sekolah tersebut, Wapres menerima paparan mengenai program revitalisasi sekolah-sekolah terdampak banjir di Aceh yang dilaksanakan melalui kerja sama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Kodam Iskandar Muda.
Saat mengunjungi sekolah tersebut Wapres Gibran sempat menyaksikan anak anak sekolah menggunakan satu buku untuk tiga orang murid. Wapres Gibran memanggil guru sekolah menanyakan murid kekurangan buku pelajaran dan langsung memerintahkan Kadis Pendidikan untuk segera melengkapi kebutuhan sekolah.