Rabu, 30 September 2026

Opini: Ketika sungai merenggut apa yang pernah kita abaikan

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Sabtu, 29 November 2025 | 10:00 WIB
DR Tgk Adli Abdullah (kiri) bersama pimpinan Dayah  Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung, Cot Meurak, Samalanga,
DR Tgk Adli Abdullah (kiri) bersama pimpinan Dayah Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung, Cot Meurak, Samalanga,


Penulis





Dr Tgk M Adli Abdullah





Banda Aceh (Aentenews) - Hari ini, teriakan banjir dan tanah longsor membahana ke sentaro Aceh dan publik nasional, bahkan, bisa jadi sampai ke masyarakat internasional.





Telepon genggam pun berdering atau lewat pesan singkat dari kerabat atau saudara dari luar Aceh, khusus bertanya kabar tentang "bagaimana keadaan disana (Aceh)".





Beriring detik, hujan tak henti-henti sejak beberapa hari terakhir. Langit serasa tak memberi jeda, dan air datang dari segala arah. Listrik padam. Internet hilang. Aceh kembali sunyi dalam gelap dan ketidakpastian.





Pada Kamis pagi, 27 November 2025, saya memberanikan diri menuju Pesantren Najmul Hidayah Al Aziziyah, Meunasah Subung, Cot Meurak, Samalanga, dayah yang bangunannya viral di media sosial karena ambruk terseret arus sungai.





Bukan untuk melihat reruntuhan semata, tetapi mencari kabar tentang anak-anak yang tinggal di sana, serta memastikan sejauh apa kerusakan akibat luapan Krueng Batee Iliek.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Bangunan Dayah di Bireuen amblas ke sungai

Rabu, 26 November 2025 | 21:12 WIB
X