“Secara nasional, target pembangunan mencapai sekitar 5.000 jembatan hingga akhir tahun 2026. Untuk target jangka pendek hingga 17 Agustus 2026, ditargetkan 2.500 jembatan rampung di seluruh Indonesia, di mana Provinsi Aceh sendiri mendapatkan alokasi lebih dari 300 jembatan,” katanya Danrem Ali Imran.
Meskipun demikian, Danrem Ali Imran mengakui terdapat kendala cuaca ekstrem, curah hujan tinggi dan tanah longsor kerap memutus jalur logistik material. Bahkan,
merobohkan jembatan yang baru selesai dibangun.
Ia juga menyayangkan adanya video viral sepotong-sepotong di media sosial yang menarasikan seolah-olah proyek tersebut terbengkalai. “Ada yang memvideokan orang melintas, tetapi pekerja di bawahnya tidak direkam, lalu diviralkan seakan tidak dikerjakan. Videokanlah secara utuh," tambahnya sembari berkelakar.
Selain jembatan, TNI AD aktif menjalankan program Manunggal Air Bersih. Sejak menjabat sebagai Danrem, Brigjen Ali Imran telah membangun sekitar 180 sumur bor di lingkungan dayah, pesantren, hingga fasilitas umum. Salah satu capaiannya adalah penyediaan air tawar di Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe yang selama 20 tahun terakhir selalu berair asin.
“Di sektor pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Angkatan Darat, khususnya di wilayah Korem 011/Lilawangsa untuk merehabilitasi sekitar 2.500 sekolah terdampak bencana dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” urainya.
Brigjen Ali Imran menegaskan bahwa pengerjaan ini merupakan implementasi langsung dari perintah Presiden Prabowo Subianto kepada Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan.
Aentenews by Ampelsa.