Dalam penjelasannya Perwakilan SPBU juga menyampaikan sejumlah kendala di lapangan. Pengelola SPBU Lemah Kampung Kemili, Dede mengungkap adanya kendaraan damtruk membawa jerigen dan bolak-balik antre sehingga mengganggu distribusi.
Sementara SPBU Jalan Lintang, Herman menyampaikan harga Dexlite yang terlalu mahal dan pengiriman DO yang tidak sesuai, di mana dari 16 ton yang diajukan hanya dikirim 8 ton oleh Pertamina. Pengelola SPBU Tansaril, Fatmawati, menyebut kuota BBM berkurang dan meminta adanya pendataan jumlah kendaraan di Aceh Tengah serta pengelompokan lokasi pengisian khusus kendaraan angkutan barang maupun orang.
Pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM agar tidak terjadi penimbunan maupun penyalahgunaan yang merugikan masyarakat luas.
Aentenews by Ampelsa