“Kami ingin koperasi di sini maju tanpa meninggalkan akar budaya nya,” sebut Bupati Mirwan.Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga mendorong keterhubungan koperasi dengan off taker BUMN dan pasar ekspor untuk komoditas unggulan seperti hasil laut, nilam, dan pala.
Terkait program Kampung Nelayan Merah Putih, Bupati menyebutkan bahwa saat ini terdapat empat gampong yang telah disurvei untuk pengembangan program tersebut.
“Besar harapan kami agar keempat gampong tersebut ditetapkan secara resmi sebagai Kampung Nelayan Merah Putih sehingga berdampak besar pada perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Bupati Mirwan juga menyoroti potensi kelautan Aceh Selatan yang dinilai sangat besar, dengan 13 kecamatan pesisir dari total 18 kecamatan serta 71 desa pesisir.
“Potensi ini bukan sekadar angka, melainkan urat nadi kehidupan bagi lebih dari 7.000 nelayan yang mengoperasikan 2.452 unit armada penangkapan ikan,” sebut Bupati Mirwan.
Berdasarkan data statistik perikanan tangkap tahun 2025, produksi di daerah tersebut mencapai lebih dari 32.000 ton per tahun dengan nilai ekonomi sekitar Rp968 miliar.
“Namun, kami menyadari bahwa potensi besar ini belum tergali optimal karena keterbatasan sarana penangkapan dan prasarana pelabuhan yang kami miliki,” ungkap Bupati Mirwan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan akan fokus pada tiga sektor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni kelautan, pertanian dan perkebunan, serta peternakan dan budidaya.