aceh-besar

Semangat petani nilam tak pudar meski harga anjlok

Jumat, 23 Januari 2026 | 15:54 WIB


Petani merawat tanaman nilam (Pogostemon cablin) di lahan perkebunan kawasan perbukitan Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Foto Aentenews by Ampelsa





Banda Aceh (Aentenews) – Memang mereka tidak pernah ke Prancis, sebuah negara di Benua Eropa, tempat buyer atau penampung terbanyak produk  yang dihasilkan dari keringat para petani di lembah gampong Geunteut, Aceh Besar.





Namun, Prancis sebagai produsen minyak wangi yang mendunia itu cukup pasih  tersebut oleh para petani, karena mereka tahu bahwa hasil perkebunannya di ekpor ke negara yang dipimpin  Presiden Emmanuel Macron





"Nilam adalah hidup kami. Meski harganya kini jatuh, namun kami tidak akan meninggalkannya, " kata Amir, patani nilam di Geuteuet.





Petani nilam di Aceh Besar menunjukkan semangat yang tak pernah padam, meski harga nilam anjlok.





Harga jual komoditas minyak atsiri dari tanaman nilam (Pogostemon cablin) mengalami penurunan signifikan  menjadi Rp700 ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp1.800.000 per kilogram .





“Penurunan harga minyak nilam itu sudah berlangsung sejak Agustus 2025 hingga awal tahun ini,” kata Amir.


Halaman:

Tags

Terkini

Begini cara Lanud SIM bantu kebutuhan pangan warga

Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

HUT ke 81 TNI, Kodim 0101 tanam mangrove di pesisir Aceh

Jumat, 11 September 2026 | 18:23 WIB

Keahlian panjat pohon kelapa

Kamis, 3 September 2026 | 18:23 WIB

Padi gagal panen untuk pakan ternak

Senin, 24 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Kembangkan budidaya Madu Lebah di Aceh Besar

Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:06 WIB