Foto/MC Aceh Besar
Aceh Besar (Aentenews) - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) mengapresiasi pengembangan budidaya lebah madu yang melibatkan masyarakat lokal sebagai potensi ekonomi masa depan dan sekaligus pelestarian lingkungan.
“Budidaya madu seperti ini sangat baik karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, Sulaimi saat launching produk madu Sumabee Honey di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026).
Launching produk madu yang sirangkai dengan peringatan Hari Orangutan Sedunia, dilakukan turut menggaet delapan kelompok masyarakat dari delapan gampong (desa) di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 195 masyarakat terlibat dalam pembudidayaan lebah madu di kawasan konservasi dan berada dekat dengan habitat orang utan.
Ketua Kelompok Fajar Lestari Nursey, Mukhlisin, optimistis produk madu Jantho dapat berkembang lebih luas dan mampu menembus pasar internasional.
“Kami optimistis madu dari Jantho bisa dipromosikan hingga tingkat internasional, bahkan dikenal seperti Manuka Honey,” katanya.
Mukhlisin menjelaskan, pengembangan budidaya madu berawal dari kegiatan pelestarian orangutan yang dilakukan sejak 2021. Dalam perkembangannya, masyarakat melihat adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dengan tetap memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.