“Kita melihat langsung kondisi di lapangan, banyak sawah yang mulai mengering, bahkan sebagian sudah mengalami retak-retak tanah. Ini tentu sangat mempengaruhi hasil pertanian masyarakat,” ujar Husaini.
“Shalat Istisqa ini adalah ikhtiar batin kita, sementara secara lahiriah pemerintah juga terus berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. Kita berharap, dengan doa bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan dan memberikan keberkahan bagi daerah kita,” lanjutnya.
Husaini juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang begitu antusias dalam mengikuti Shalat Istisqa, termasuk para guru dan pelajar. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan keimanan masyarakat masih sangat kuat dan semoga menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai ujian
Di saat berlangsung shalat Istisqa, hujan mulai turun membasahi lokasi. Momen tersebut disambut haru oleh jamaah. Namun demikian, tidak ada satu pun jamaah yang membubarkan diri, melainkan penuh husyuk, serta tetap melanjutkan ibadah meski diguyur hujan.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut, tentu akan berdampak besar bagi ekonomi masyarakat. Karena itu, kita kembali kepada Allah, memohon dengan penuh harap agar diberikan hujan,” tambahnya.
Adapun yang bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan shalat adalah Tgk Jufri dari Masjid Lamkunyet. Sebelum pelaksanaan dimulai, ia memberikan penjelasan terkait tata cara pelaksanaan Shalat Istisqa, sehingga jamaah dapat melaksanakannya sesuai tuntunan syariat.
Foto Dok Pemkab Aceh Besar
Kegiatan kemudian ditutup dengan tausiah singkat yang disampaikan oleh Ketua MPU Darul Kamal, Tgk Muhibuddin. Dalam tausiahnya, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan memperbanyak istighfar sebagai kunci turunnya rahmat Allah SWT.