“Kegiatan seperti ini tidak hanya bergantung pada pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk guru dan orang tua, agar anak-anak kita mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” katanya.
Rahmawati juga menyampaikan kabar gembira bahwa pada tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar akan menggelar pagelaran seni tingkat kabupaten yang akan diikuti seluruh TK di Aceh Besar.
Ia turut mengingatkan pentingnya masa emas anak, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan, sebagai fondasi pembentukan karakter dan jati diri di masa depan. Selain itu, ia mendorong agar pendidikan anak usia dini dibiasakan dengan nilai-nilai Islami dan keteladanan.
“Kalau kita ingin anak-anak menjadi baik, maka kita harus menjadi teladan bagi mereka. Pendidikan terbaik adalah contoh yang diberikan oleh orang tua dan guru,” tegasnya.
Ketua panitia kegiatan, Eldarawita, dalam laporannya menyampaikan bahwa pagelaran seni tari ini merupakan agenda tahunan IGTKI-PGRI Aceh Besar yang bertujuan mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan anak terhadap budaya sejak dini.
“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Mei 2026, dan diikuti oleh seluruh murid TK yang tergabung dalam IGTKI Aceh Besar,” jelasnya.
Pagelaran ini diharapkan menjadi wadah positif dalam membentuk generasi Aceh Besar yang kreatif, percaya diri, serta berkarakter kuat sejak usia dini.
Aentenews by Ampelsa