Dalam kondisi yang tidak stabil saat ini, perajin tahu dan tempe khawatir dan memprediksi harga kacang kedelai impor akan bergerak naik karena permintaan pasar meningkat menjelang hingga pertengahan Ramadhan.
Sementara, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Puskopti) Aceh Tansri Jauhari, menyatakan kenaikan harga kedelai impor memberatkan perajin dan berharap pemerintah kembali memberlakukan subsidi harga kedelai untuk keberlangsungan usaha tahu dan tempe di Aceh dan Indonesia pada umumnya.
Terdapat sekitar 250 usaha industri tahu dan tempe di Aceh dan sebagian dari total jumlah perajin tersebut terdampak bencana alam banjir yang saat ini membutuhkan bantuan pemerintah untuk kembali berproduksi.
Aentenews by Ampelsa.