Terkait dukungan lahan tembakau, Nazarul mengatakan sudah memiliki lahan seluas 40 hektare atas kerjasama dengan kelompok petani tembakau di Aceh Besar.
Di Aceh memang banyak tembakau dan ada pada beberapa jenis. Tapi, tembakau yang kita gunakan untuk cerutu merupakan tembakau asli Aceh Besar yang dikenal sejak dulu dengan sebutu tembakau Sireng atau Serong.
Jenis tembakau Sireng dikembangkan di lahan subur sepanjang kawasan daerah aliran sungai. Tanaman tembakau ini menggunakan pupuk organik, tidak menggunakan peptisida untuk membasmi hama dan menggunakan humus tanah bekas lumpur lahan banjir sungai
“Karena kita harapkan humus-humus dari banjir itu mengendap di lahan yang akan kita tanam tembakau, tembakau ini cocoknya memang tumbuh khusus di daerah bantaran sungai Kurung Aceh, mulai dari jembatan Indra Puri sampai jembatan Anak Galung, kabupaten Aceh Besar.
Untuk persiapan menuju launching tahun 2027, pihaknya telah mempersiapkan stok tembakau agar produksi berkelanjutan. Sejak tahun 2023, stok daun tembakau mencapai sat ton,Tahun 2024 sebanyak 1,5 ton dan tahun 2025 sebanyak 800 kilogram.
Aentenews by Ampelsa.