Dalam pandangan Fraksi PAN, salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah keberadaan alat Cath lab di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang dibeli pada 2018 dengan nilai Rp11.462.401.000.
Menurut Ramli, alat tersebut hingga kini belum optimal dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, alat tersebut dilaporkan mengalami kerusakan meskipun belum pernah digunakan untuk melayani pasien.
“Ini tentu menjadi pertanyaan besar. Bagaimana aset bernilai miliaran rupiah yang seharusnya memberikan pelayanan kepada masyarakat justru belum dapat difungsikan,” ujarnya.
Atas kondisi itu, Fraksi PAN meminta Bupati Aceh Barat mengusulkan audit investigatif kepada BPKP Provinsi Aceh dan/atau BPK RI Perwakilan Aceh untuk memastikan penyebab persoalan tersebut.
Selain Cath lab, Fraksi PAN juga menyoroti sejumlah alat kesehatan lainnya seperti C-Arm, Biological Safety Cabinet, Automatic Urine Analyzer, Katarak Set, hingga Mikroskop Digital yang disebut belum dimanfaatkan secara maksimal dengan total nilai aset mencapai sekitar Rp13,05 miliar.
“Kami meminta Direktur RSUD Cut Nyak Dhien memberikan kepastian kapan seluruh peralatan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Ramli.//Aentenews by RIO.