Meulaboh (Aentenews) - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRK Aceh Barat meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Barat segera mengevaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset daerah, khususnya di sektor kesehatan. Sorotan utama diarahkan pada alat Cath lab senilai Rp11,4 miliar di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh yang disebut hingga kini belum memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PAN DPRK Aceh Barat, Ramli SE, dalam rapat paripurna pembahasan dan penetapan Rancangan Qanun Pertanggungjawaban APBK Aceh Barat Tahun Anggaran 2025, pada 14 Juli 2026.
Ramli mengatakan, Fraksi PAN tetap mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Namun, capaian tersebut harus dibarengi dengan perbaikan nyata dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“Opini WTP bukan hanya sekadar penghargaan administratif, tetapi harus menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah benar-benar transparan, akuntabel, efektif, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Ramli dalam penyampaian pandangan fraksi.
Ia menyebutkan, Fraksi PAN meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi dan temuan BPK RI Perwakilan Aceh, baik yang bersifat administratif maupun yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.
Cath lab (Catheterization Laboratory atau Laboratorium Kateterisasi) adalah fasilitas ruang tindakan khusus di rumah sakit yang dilengkapi sistem pencitraan X-ray canggih.
Cath lab Rp11,46 miliar disorot