“Pasien membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Karena itu kami berharap masyarakat dapat memahami kebijakan jam besuk ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Disisi lain, Tarmizi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini memfokuskan pembangunan pada dua sektor dasar, yaitu pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas guru agar mampu menghasilkan generasi yang lebih berkualitas dan memiliki daya saing global, termasuk penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Jepang.
Sementara di sektor kesehatan, ia menyoroti meningkatnya jumlah pasien yang datang berobat akibat pola konsumsi masyarakat yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, tepung, santan, minyak goreng, serta penyedap makanan menjadi salah satu faktor meningkatnya berbagai penyakit tidak menular.
Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah oleh masih banyaknya masyarakat yang melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi atau resep dokter.
“Karena itu saya mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas terdekat. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya.
Bupati Tarmizi juga mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik seperti berolahraga, bersepeda, dan mengikuti kegiatan Car Free Day yang rutin digelar pemerintah daerah.
Tarmizi berharap RSUD Cut Nyak Dhien terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan tata kelola yang sehat dan profesional.
“Rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan dikelola secara baik, termasuk menjaga agar tidak terbebani oleh hutang yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan,” pungkasnya.//Aentenews by RIO.