Meulaboh (Aentenews) - Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor kesehatan saat ini adalah keterbatasan ruang rawat inap, sehingga tidak optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, apalagi yang berobat ke rumah sakit ini juga dari Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya.
“Kekurangan kamar rawat inap menjadi tantangan yang harus segera kita jawab. Karena itu, hari ini kita meresmikan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan kepada masyarakat,” ujar Tarmizi di Meulaboh, Selasa.
Didampingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadhiel, bupati menyampaikan hal tersebut saat meresmikan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Ia menjelaskan, penambahan ruang dan tempat tidur pasien juga berdampak positif terhadap kebutuhan tenaga kesehatan. Dengan bertambahnya fasilitas pelayanan, sejumlah tenaga PPPK yang sebelumnya direncanakan untuk diberhentikan kini tetap dapat dipertahankan untuk mendukung operasional rumah sakit.
Selain itu, RSUD Cut Nyak Dhien kini memiliki fasilitas toilet berstandar modern yang dirancang menyerupai fasilitas di bandara internasional, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dan keluarga yang berkunjung.
Kemajuan lainnya adalah kemampuan rumah sakit memproduksi gas medis secara mandiri melalui generator oksigen sentral. Dengan sistem ini, distribusi oksigen tidak lagi menggunakan tabung yang harus didorong ke setiap ruangan, melainkan langsung disalurkan melalui jaringan pipa ke ruang perawatan pasien.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan pentingnya penerapan jam besuk bagi keluarga pasien. Menurutnya, pembatasan jam kunjungan bukan untuk membatasi silaturahmi, melainkan demi mendukung proses pemulihan pasien.