teknologi

Kamera profesional akan ditinggalkan? Bakal ada ponsel asal China

Minggu, 27 September 2026 | 16:19 WIB




Gantikan kamera profesionalKecanggihan perangkat keras dan lunak ini langsung dirasakan secara nyata oleh para pelaku industri kreatif.





Ardie Susanto (48), seorang kreator konten kuliner, memutuskan untuk memercayakan seluruh produksi konten hariannya pada ponsel China, yaitu Xiaomi 17 Ultra.





Dia bercerita bahwa musuh terbesarnya saat merekam hidangan di restoran adalah cahaya yang acap kali redup, serta bayangan gelap dari ponselnya sendiri saat harus memotret piring makanan dari jarak sangat dekat.





Masalah klasik tersebut berhasil diatasi berkat kemampuan telefoto periskop dan telemakro pada gawainya."Saya bisa berdiri atau duduk dari jarak yang cukup jauh, sekitar setengah meter dari piring, tapi bisa melakukan zoom optik 3,2x atau 5x dengan ketajaman makro yang luar biasa," kata Ardie.





Dia pun memuji bahwa teknologi tersebut mampu merekam uap panas dan tekstur makanan secara estetik dengan efek bokeh tebal tanpa mengandalkan efek blur buatan software.





Selain urusan detail, keakuratan warna turut menjadi faktor penentu yang memanjakan para kreator. Profil warna Leica Authentic dinilai sangat krusial bagi Ardie, sebab dia menyadari penonton di media sosial lebih menyukai warna hidangan yang natural, bukan warna daging panggang yang oversaturated akibat filter oranye.





Selain itu, ukuran sensor utama yang menembus 1 inci juga memastikan konsistensi warna kulit (skin tone) tangannya tetap sempurna saat tak sengaja masuk ke dalam bingkai rekaman.Ardie menilai bahwa ponsel-ponsel China telah melakukan lompatan signifikan sebagai penentu tren teknologi fotografi ponsel.


Halaman:

Tags

Terkini