Dia mengakui fleksibilitas ponsel pintar masa kini telah memangkas kebutuhannya untuk membawa kamera mirrorless yang berat."Ponsel China bukan lagi alternatif murah, tapi justru standar tertinggi kalau seseorang mencari ponsel berkamera terbaik di pasar," ujar Ardie saat ditemui Xinhua di Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (20/9).
Premiumisasi dan ambisi kuasai pasarManuver agresif dalam menjejalkan inovasi perangkat optik periskop hingga riset co-engineering dengan merek Eropa ini nyatanya membakar dana yang tak sedikit.
Aditya menuturkan bahwa pabrikan China sedang menerapkan strategi yang disebut sebagai premiumisasi. Dia mengungkapkan bahwa setelah lama bertarung di kelas entry level dengan margin yang tipis, vendor China kini mengalihkan fokusnya ke segmen ultra premium dengan kualitas kamera menjadi "tiket masuk" paling valid.
Demi merebut hati konsumen, kolaborasi dengan merek-merek legendaris dilakukan pabrikan China untuk mengangkat prestise mereka di pasar global."Dengan menempelkan logo merah Leica atau logo biru Zeiss, mereka pada dasarnya sedang 'menyewa' warisan, kredibilitas, dan kepercayaan," ungkap Aditya.
Untuk menjamin eksklusivitas, merek-merek seperti vivo dan Xiaomi tidak segan menggelontorkan modal untuk membuat cip image signal processor (ISP) sendiri agar dapat bersaing dengan para kompetitornya serta membuktikan kapasitas mereka sebagai inovator semikonduktor.
Strategi tersebut nyatanya mampu mengamankan pangsa pasar ponsel China di tingkat global. Merujuk pada laporan terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research untuk kuartal kedua (Q2) 2026, Samsung memimpin pasar global dengan pangsa 24 persen, diikuti Apple dengan 20 persen.
Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa 12 persen, diikuti OPPO dengan 11 persen, dan vivo dengan 8 persen.Kendati meruntuhkan dominasi Apple dan Samsung di level global bukan hal yang mudah, Aditya menekankan bahwa gempuran teknologi fitur kamera di ponsel China terbukti ampuh menciptakan "Halo Effect".
Dia memaparkan bahwa memamerkan kemampuan perangkat flagship dengan fitur-fitur canggih dan inovatif sanggup menarik perhatian luas, menaikkan kelas persepsi, serta mendongkrak prestise perusahaan.Efek psikologisnya, konsumen dengan bujet lebih rendah tak ragu menjatuhkan pilihan pada ponsel lini bawah dan menengah dari merek yang sama lantaran percaya bahwa brand tersebut merupakan kiblat inovasi tercanggih di industri.