teknologi

Kamera profesional akan ditinggalkan? Bakal ada ponsel asal China

Minggu, 27 September 2026 | 16:19 WIB



Menurut Aditya, alih-alih terus mengejar angka bombastis seperti 108 atau 200 megapiksel, pabrikan China kini berfokus menanamkan sensor raksasa berukuran 1 inci ke dalam bodi ponsel.





Dia menjelaskan bahwa ukuran sensor yang lebih besar bertujuan untuk menangkap lebih banyak cahaya. Hasilnya, foto memiliki rentang dinamis yang sangat luas dan tangkapan di kondisi minim cahaya terlihat bersih tanpa harus menggunakan sentuhan efek kecerahan buatan.





Strategi co-engineering dengan raksasa optik dunia seperti Leica, Hasselblad, dan Zeiss juga menjadi senjata pamungkas.





Aditya menegaskan bahwa langkah ini telah masuk ke ranah yang sangat teknis dan bukan sekadar gimmick kosmetik untuk mendongkrak omzet."Leica bersama Xiaomi, misalnya, benar-benar meracik profil warna dan desain optik lensanya agar menghasilkan karakter foto yang dramatis khas Leica," paparnya kepada Xinhua pada Senin (21/9).





Lompatan perangkat keras lainnya yang tak kalah revolusioner belakangan ini adalah kehadiran lensa telefoto periskop.





Aditya memaparkan bahwa pabrikan China menggunakan desain cerdas berisi susunan lensa horizontal dan prisma pembelok cahaya untuk menghasilkan optical zoom murni 5x hingga 10x tanpa membuat punggung ponsel membengkak setebal batu bata.





Teknologi lensa tersebut kini terus berkembang menghadirkan fitur telemakro berbekal elemen lensa bergeser (floating lens), yang diklaim mampu memotret detail super dekat dengan efek bokeh mirip hasil jepretan kamera mirrorless profesional.Aditya memproyeksikan bahwa batasan fisik perangkat keras pada akhirnya akan memicu pertempuran baru di ranah computational photography yang didukung kecerdasan buatan (AI) generatif.





Dia meyakini sistem AI di masa depan tidak sekadar bertugas memuluskan wajah, tetapi juga sanggup merekonstruksi tekstur benda yang hilang secara instan saat pengguna melakukan zoom ekstrem 100x, hingga memanipulasi arah cahaya matahari (relighting) pada objek secara real-time.

Halaman:

Tags

Terkini