Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tunduk pada tekanan negara mana pun, sekaligus tetap berperan dalam membentuk tatanan kawasan dan global.
“Kami berharap politik luar negeri Indonesia bisa menunjukkan watak bangsa kita yang berani membela prinsip hubungan internasional dan tidak akan pernah tunduk pada tekanan bangsa mana pun betapa pun besarnya mereka,” kata Dino.
Kedua, selain politik luar negeri, Dino juga menyoroti persoalan anggaran Kemenlu yang punya ketimpangan antara aktivitas diplomasi pemerintah dan dukungan anggaran untuk kebutuhan operasional diplomat Indonesia di luar negeri.
“Ada kesenjangan yang besar antara anggaran dan kebutuhan operasional yang perlu segera diperbaiki,” imbuhnya.
Dino mengatakan dukungan anggaran itu diperlukan untuk memperkuat promosi Indonesia di luar negeri serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang dicapai Presiden Prabowo dalam kunjungan luar negeri.
Ketiga, Dino juga meminta Tata memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sipil, termasuk Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Menurutnya, dialog antara pemerintah dan masyarakat penting untuk memastikan politik luar negeri mendapat dukungan di dalam negeri.