politik

Menlu RI ungkap keberhasilan perdamaian Aceh-Maluku di sidang PBB

Jumat, 25 September 2026 | 21:40 WIB


Jakarta  (Aentenews) - Indonesia menegaskan pentingnya dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas sebagai kunci pemulihan kepercayaan serta penjagaan persatuan nasional dalam forum pembangunan perdamaian global. 





Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Komisi Pembangunan Perdamaian (PBC) yang berlangsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (24/9/2026). 

Dikutip dari Infopublik.id, Menlu menyatakan, pengalaman Indonesia dalam merajut perdamaian di Aceh dan Maluku bukti nyata keberhasilan pendekatan inklusif yang dapat dijadikan pembelajaran bagi dunia internasional.





"Pengalaman Indonesia di Aceh dan Maluku menunjukkan bagaimana dialog yang berkelanjutan dan inklusif antarkomunitas dapat memulihkan kepercayaan dan menjaga persatuan nasional," ujar Menlu Sugiono melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (25/9/2026).





Menurutnya, pembangunan perdamaian merupakan bentuk investasi jangka panjang yang mencakup tahapan pencegahan, pemulihan, hingga rekonsiliasi dengan memperkuat institusi nasional dan tatanan sosial.





Menlu menekankan, efektivitas pembangunan perdamaian akan tercapai secara optimal apabila dipimpin dan dimiliki sepenuhnya oleh negara yang bersangkutan (national ownership).





Menurut Menlu Sugiono, Komisi Pembangunan Perdamaian (Peacebuilding Commission/PBC) dinilai memiliki peran strategis untuk menyokong keahlian, dukungan politik, serta sumber daya demi menyelaraskan prioritas nasional dengan bantuan internasional.





Lebih lanjut, Menlu RI mendorong PBC untuk memberikan nasihat strategis yang lebih kuat dan meningkatkan koherensi kerja bersama Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, serta ECOSOC.


Halaman:

Tags

Terkini

TNI AL apel siaga wujud kesiapsiagaan hadapi bencana 

Kamis, 10 September 2026 | 20:27 WIB