Dalam skenario itu petugas jaga menghadapi aksi demonstran dengan beberapa tuntutan, meski sudah memberikan penjelasan kepada pendemo bahwa pimpinan satuan sedang tidak berada di tempat dan meminta massa untuk menyampaikan aspirasi secara tertulis. Namun, massa tersebut tetap memaksa masuk. Mereka mulai bertindak anarkis dan mencoba menerobos barikade petugas.
Melihat situasi yang semakin memanas, petugas jaga kemudian bergerak cepat meminta bantuan tim PHH. Selanjutnya, tim PHH maju menerapkan prosedur penanganan massa secara taktis, membentuk formasi bertahan, hingga akhirnya berhasil membubarkan kerumunan dengan aman tanpa menimbulkan korban jiwa.
Guna mematangkan teknik di lapangan, Kodim 0103 menggandeng Batalyon B Pelopor Brimob Polda Aceh. Pasi Ops Batalyon B Pelopor Brimob Polda Aceh, AKP Tomi Samsudin Siregar, memimpin langsung pemberian materi mulai dari pengenalan alat, teori dasar PHH, hingga aplikasi tindakan taktis.
“Materinya mulai dari pengenalan alat, materi dasar PHH, sampai simulasi dan mengaplikasikan tindakan apabila ada kejadian aksi massa,” kata AKP Tomi Samsudin Siregar.
Tomi menambahkan bahwa sinergi yang solid membuat pelatihan berjalan tanpa kendala berarti. Ia juga berharap agar latihan bersama ini mampu mempertajam insting dan kesiapan prajurit Kodim 0103/Aceh Utara dalam menghadapi situasi darurat secara profesional.
Aentenews by Ampelsa