Banda Aceh (Aentenews) - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem, menyatakan masih banyak sawah dan irigasi di daerah terdampak bencana hidrometeorologi belum bisa di pakai atau digunakan.
"Sudah enam bulan pasca bencana banjir dan tanah longsor, masih banyak kendala di pelosok pedalaman, berupa sawah dan irigasi belum berfungsi serta infrastruktur lainnya," kata Mualem kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.
Di Banda Aceh, Tito Karnavian mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pasca bencana di Aceh di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6).
Sektor pertanian dan infrastruktur dasar, Mualem menegaskan kembali bahwa masih banyak sawah yang belum bisa digunakan, begitupun dengan jaringan irigasi dan jembatan.
“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” katanya.
Menurut Mualem kondisi sungai di Aceh juga menjadi persoalan paling mendesak karena berdampak langsung pada risiko banjir dan kehidupan masyarakat sekitar aliran sungai.
Pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, menurutnya untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat di berbagai wilayah.