humaniora

Warga Palestina  sambut Ramadhan di tengah eskalasi kekerasan Zionis Israel

Rabu, 18 Februari 2026 | 11:55 WIB


Seorang pria berjualan di sebuah pasar menjelang Ramadan di Gaza City pada 28 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)





Gaza, Februari (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat bersiap menyambut bulan suci Ramadan, akan dimulai pada Rabu (18/2), di tengah eskalasi kekerasan dan ketegangan yang masih berlanjut.






Banyak yang menyebut Ramadan tahun ini akan menjadi "bulan Ramadan kelabu" lainnya mengingat kondisi kemanusiaan yang memburuk di Palestina.






Meski gencatan senjata telah berlaku di Gaza sejak Oktober 2025, serangan Israel masih terus menggempur. Pada Ahad (15/2), sedikitnya 11 warga Palestina tewas di Gaza, menurut pejabat medis dan otoritas setempat, dalam apa yang mereka gambarkan sebagai pelanggaran gencatan senjata terbaru.






Di Gaza City, pasar Zawiya yang dahulu ramai menjadi pusat kegiatan jual-beli di Kota Tua tersebut, kini sebagian besar kosong. Barang-barang yang tak laku menumpuk di rak-rak toko.






Sameh al-Bitar (40), pemilik sebuah toko rempah-rempah, mengungkapkan kerinduannya akan suasana meriah Ramadan di masa lalu.






"Dulu kami biasa menghias rumah, jalanan, dan pasar," katanya. "Sekarang semuanya di Gaza tampak menyedihkan."
Al-Bitar mengatakan dirinya kehilangan dua putranya dalam sebuah serangan udara. "Perang belum berakhir," katanya. "Setiap hari terjadi pelanggaran, kematian, dan korban luka."


Halaman:

Tags

Terkini

Bertemu Kafilah MTQN Semarang, Wagub Aceh sampaikan ini

Sabtu, 19 September 2026 | 21:24 WIB

Latihan Mobud dan Fastrope menjelang ke Hawaii

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:33 WIB

Warga Brunei dilarang merokok, ternyata ini alasannya

Minggu, 9 November 2025 | 00:08 WIB