Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang dipimpin oleh Fletcher, mengatakan bahwa upaya kemanusiaan di lapangan terus berlanjut untuk Gaza.
OCHA mengatakan mitra-mitranya mendukung produksi atau pengiriman ratusan ribu paket makanan dan roti setiap harinya.
Kantor tersebut pada Senin (13/10) menyatakan bahwa sisi Israel di perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem dan Kissufim ditutup untuk pertukaran warga Israel yang disandera Hamas dan warga Palestina yang ditahan Israel. Tidak ada kargo yang dapat diturunkan, dan hanya pasokan terbatas yang sebelumnya telah disetujui melewati perlintasan itu yang dapat diambil di sisi Gaza.
OCHA menambahkan bahwa pada Selasa, kedua perlintasan tersebut tetap ditutup untuk pasokan bantuan kemanusiaan dari sisi Israel. Namun demikian, PBB dan mitra-mitranya dapat mengumpulkan kargo yang sebelumnya telah diizinkan dari sisi Gaza untuk mendukung operasi kesehatan, air, kebersihan, sanitasi, dan makanan.
Menurut kantor PBB itu, seluruh tujuh misi kemanusiaan yang mengajukan permintaan koordinasi dengan otoritas Israel telah difasilitasi pada Selasa, dengan hanya satu misi yang sempat terhambat di lapangan, namun akhirnya tetap berhasil dilaksanakan.
Gerakan terkoordinasi tersebut memungkinkan tim-tim untuk mengumpulkan pasokan dari perlintasan dan mempercepat pembersihan jalan menuju perlintasan Zikim di Jalur Gaza utara, sebagai antisipasi pembukaannya.
“Kami semua sedang berusaha menyesuaikan diri dengan situasi baru ini, dan kami sedang berupaya mencari cara untuk secara signifikan meningkatkan volume bantuan yang masuk melalui lebih banyak perlintasan,” ujar Stephane Dujarric, juru bicara utama sekretaris jenderal PBB, dalam sebuah taklimat harian.// Redaksi.
Sumber : indonesiawindow.com