PBB (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Peningkatan skala yang direncanakan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza mengalami kemunduran sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku, demikian disampaikan Tom Fletcher, kepala urusan bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kita tidak boleh gagal dalam memastikan pengimplementasian sepenuhnya dari kesepakatan yang telah dibuat,” kata Fletcher, yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal PBB.
“Sebelumnya pada pekan ini, kami berhasil memulai peningkatan skala bantuan kemanusiaan setelah berbulan-bulan menghadapi frustrasi dan hambatan. Makanan, obat-obatan, bahan bakar, air, gas masak, dan tenda berhasil disalurkan kepada mereka yang membutuhkannya. Kami telah membuat kemajuan dalam membersihkan jalan dan membuka kembali toko roti. Kami ikut merasakan kebahagiaan dan kelegaan keluarga-keluarga yang dipertemukan kembali.” katanya menambahkan.
Israel pada Selasa (14/10) mengumumkan bahwa pihaknya akan mengurangi separuh jumlah truk pengangkut bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza, atau mengurangi sekitar 300 truk.
Otoritas Israel mengeklaim bahwa pengurangan tersebut dipicu oleh kegagalan Hamas untuk menyerahkan jenazah para sandera yang tewas.Koordinator urusan bantuan kemanusiaan PBB itu mengatakan Hamas harus melakukan upaya maksimal untuk memulangkan seluruh jenazah sandera yang tewas, dan bahwa Israel harus mengizinkan lonjakan besar bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh begitu banyak orang.
Lebih lanjut dikatakan Fletcher bahwa komunitas kemanusiaan bertekad untuk menyelamatkan nyawa, apa pun hambatannya.
“Kami tidak akan menerima campur tangan apa pun dalam pendistribusian bantuan kami,” tambahnya.