Rabu, 30 September 2026

Hasil penelitian: Simak risikonya pria muda doyan minuman berkandungan gula

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Rabu, 24 Desember 2025 | 10:18 WIB
Seorang dokter Turkiye melakukan implantasi rambut kepada seorang pasien di Bursa, Turkiye, pada 11 Agustus 2022. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Seorang dokter Turkiye melakukan implantasi rambut kepada seorang pasien di Bursa, Turkiye, pada 11 Agustus 2022. (Xinhua/Mustafa Kaya)


Beijing, (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Sebuah penelitian di China menemukan kemungkinan adanya hubungan antara tingginya konsumsi minuman yang mengandung gula dan kerontokan rambut di kalangan pria muda.





Tim peneliti dari Universitas Tsinghua menganalisis hasil survei terhadap 1.028 pria China dengan rata-rata usia 27,8 tahun. Sekitar 57,6 persen partisipan tersebut mengalami male pattern hair loss (MPHL).





MPHL adalah bentuk kerontokan rambut yang paling umum di kalangan pria, mewakili sekitar 95 persen dari semua kasus kerontokan rambut yang dialami pria. Kerontokan rambut mengakibatkan penipisan dan/atau rontoknya rambut pada bagian depan atau atas kulit kepala. Rambut cenderung mengecil atau menyusut di area-area ini.





Minuman dengan kandungan gula yang dimasukkan ke dalam survei itu adalah jus, minuman ringan, minuman olahraga dan energi, susu yang mengandung gula, susu kacang, teh yang mengandung gula dan minuman teh, serta kopi.





Dari seluruh partisipan tersebut, 44,6 persen di antaranya mengatakan mereka mengonsumsi minuman yang mengandung gula lebih dari tujuh kali dalam sepekan. Para peneliti menemukan bahwa partisipan dengan tingkat konsumsi minuman dengan kandungan gula yang lebih tinggi juga memiliki risiko lebih besar untuk mengalami MPHL. Rata-rata asupan pekanan minuman yang mengandung gula pada kelompok MPHL mencapai 4.293 mililiter, jauh lebih tinggi dari 2.513 mililiter yang tercatat di kelompok reguler.





Para peneliti mengungkapkan bahwa kadar gula yang lebih tinggi dapat menyebabkan konsentrasi glukosa serum yang lebih tinggi, menciptakan jalur poliol yang terlalu aktif. Jalur ini dikenal sebagai tempat diubahnya glukosa menjadi fruktosa. Jika terlalu aktif, jalur tersebut dapat menyebabkan diabetes. Studi itu menyatakan bahwa gejala kerontokan rambut mengindikasikan “jalur poliol yang terlalu aktif.”





Hasil studi tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal Nutrients.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Bertemu Kafilah MTQN Semarang, Wagub Aceh sampaikan ini

Sabtu, 19 September 2026 | 21:24 WIB

Latihan Mobud dan Fastrope menjelang ke Hawaii

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:33 WIB

Warga Brunei dilarang merokok, ternyata ini alasannya

Minggu, 9 November 2025 | 00:08 WIB

Terpopuler

X