Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan laba berjalan bersama pertumbuhan biaya dan risiko pembiayaan. Namun, laporan keuangan itu sendiri belum menjelaskan penyebab tekanan jual saham pada akhir September hingga awal Oktober.
Hingga penutupan perdagangan Kamis, perbaikan kinerja semester pertama tersebut belum diikuti pemulihan harga saham. GOTO masih berada di Rp28, atau Rp22 lebih rendah daripada posisi Rp50 sebelum perubahan batas minimum perdagangan.