Jakarta (Aentenews) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total nilai ekspor Indonesia mencapai USD193,64 miliar, atau meningkat 4,74 persen dibandingkan periode Januari hingga Agustus 2025.
Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai USD25,62 miliar atau tumbuh 7,23 persen secara tahunan. Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Berita Resmi Statistik yang dilansir Infopulik.id di Kantor BPS Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2026).
Pada Agustus tahun 2026 nilai ekspor mencapai USD26,61 miliar atau naik sebesar 6,72 persen dibandingkan dengan Agustus tahun 2025,” ujar Ateng.
Berdasarkan komponennya, nilai ekspor nonmigas pada Agustus 2026 mencapai USD25,62 miliar atau meningkat 7,23 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai ekspor migas tercatat sebesar USD0,99 miliar, meningkat 5,10 persen secara tahunan.
Adapun, kinerja ekspor nonmigas pada Agustus 2026 terutama didorong oleh sejumlah komoditas, antara lain nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang meningkat 51,67 persen, besi dan baja (HS 72) sebesar 20,38 persen, serta aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang meningkat 206,78 persen secara tahunan.
Dari sisi sektoral, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar terhadap ekspor nonmigas. Pada Agustus 2026, nilai ekspor sektor industri pengolahan mencapai USD22,29 miliar, atau sekitar 87 persen dari total ekspor nonmigas.