ekonomi

Ratusan BUMN ditutup, berikut penegasan Presiden Prabowo

Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr



Selain membenahi BUMN, Presiden juga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan dan membangkitkan industri strategis nasional. Presiden menyebut sejumlah perusahaan strategis yang sebelumnya sempat direncanakan untuk dijual, kini justru diarahkan untuk diperkuat.





“Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing, saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI mau dijual, kita bangkitkan. Sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu,” tegas Presiden.





Presiden Prabowo mencontohkan capaian PT PAL dan PT Pindad sebagai bukti bahwa industri strategis nasional memiliki kemampuan untuk berkembang. Menurut Presiden, kemampuan industri pertahanan Indonesia telah menunjukkan hasil nyata dan semakin mendapat pengakuan.





“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih. Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi, semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad,” ujar Presiden.





Presiden menyebut, pembenahan juga mulai menunjukkan hasil pada perusahaan-perusahaan yang sebelumnya mengalami kesulitan, termasuk Garuda. Presiden menegaskan bahwa proses perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap.





“Garuda tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi. Saudara-saudara, pelan-pelan kita perbaiki ini semua. Kita perbaiki semua kekurangan,” pungkas Presiden.





Di bidang penguatan ekonomi nasional, Presiden juga menyinggung keberadaan Danantara sebagai dana kedaulatan Indonesia. Menurut Presiden, Danantara merupakan kekuatan ekonomi rakyat Indonesia yang disatukan untuk memperkuat arah pembangunan nasional.





“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia juga, kita sekarang punya dana kedaulatan kita sendiri. Sovereign wealth fund yang namanya Danantara. Danantara sekarang sudah mungkin kelima terbesar di dunia. Dana ini adalah dana kekuatan ekonomi rakyat Indonesia. Kita jadikan satu,” tutur Presiden.

Halaman:

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB