Rabu, 30 September 2026

Ratusan BUMN ditutup, berikut penegasan Presiden Prabowo

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Sabtu, 11 Juli 2026 | 01:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr


Lombok Barat (Aentenews) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap BUMN yang selama puluhan tahun menjadi beban negara hingga kini mulai menunjukkan perbaikan kinerja.





“Saudara-saudara, jadi saya dapat laporan, bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian, mulai untung,” ungkap Presiden dalam sambutannya saat meresmikan pembangunan lima bendungan yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia, di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 10 Juli 2026.





Presiden Prabowo menuturkan bahwa setelah dilantik sebagai Presiden, dirinya mendapat laporan mengenai besarnya jumlah BUMN di Indonesia. Menurut Presiden, jumlah tersebut tidak hanya mencakup perusahaan induk, tetapi juga berbagai anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang perlu ditertibkan.





“Perkiraan saya dari dulu, BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberitahu, BUMN kita seribu, 1.077. Itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi. Sembunyikan uang negara, sembunyikan uang rakyat. Ini kita tertibkan,” tutur Presiden.





Dalam upaya penertiban tersebut, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang dinilai tidak sehat dan tidak efisien. Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan pemborosan serta memastikan uang negara dikelola secara lebih produktif.





“Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup. Desember 31 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN, yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup,” ucap Presiden.





Presiden menyebut, dari pembenahan struktur dan efisiensi biaya, pemerintah telah mampu melakukan penghematan dalam jumlah besar. Penghematan tersebut antara lain berasal dari biaya overhead dan gaji direksi yang nilainya mencapai Rp70 triliun.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB

Terpopuler

X