Laporan tersebut juga mengungkapkan sejumlah langkah potensial untuk mengurangi paparan terhadap guncangan harga bahan bakar.
Elektrifikasi kapal jarak pendek, seperti feri dan kapal kargo pesisir, dianggap sebagai peluang dalam jangka pendek, dan langkah-langkah operasional, termasuk berlayar dengan kecepatan rendah (slow steaming) dan propulsi berbantuan angin (wind-assisted propulsion), dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar secara signifikan untuk pelayaran jarak jauh, sebut laporan//Redaksi.
Artikel ini telah tayang di indonesiawindow.com dengan judul "Konflik di Teluk picu lonjakan biaya pelayaran, industri tanggung beban 340 juta euro per hari".