Rabu, 30 September 2026

Perusahaan Singapura justru lirik Indonesia perluas bisnis, ternyata ini penyebabnya

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:12 WIB
(250522) -- SINGAPORE, May 22, 2025 (Xinhua) -- A woman walks in the rain in Singapore's financial and business district Raffles Place on May 22, 2025. Singapore's economy expanded 3.9 percent in the first quarter from a year earlier, easing from 5.0 percent growth in the previous quarter, official data showed on Thursday. (Photo by Then Chih Wey/Xinhua)
(250522) -- SINGAPORE, May 22, 2025 (Xinhua) -- A woman walks in the rain in Singapore's financial and business district Raffles Place on May 22, 2025. Singapore's economy expanded 3.9 percent in the first quarter from a year earlier, easing from 5.0 percent growth in the previous quarter, official data showed on Thursday. (Photo by Then Chih Wey/Xinhua)


Singapura (Xinhua/Indonesia Window/Aentenews) – Meningkatnya biaya usaha menjadi kekhawatiran terbesar bagi perusahaan-perusahaan di Singapura seiring ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global menekan sentimen, menurut survei yang dilakukan oleh Singapore Chinese Chamber of Commerce and Industry (SCCCI).





Menurut survei yang dirilis pada Rabu (5/8), kekhawatiran yang paling sering disebut adalah meningkatnya biaya usaha, yang dipilih oleh 71,8 persen responden.





Kekhawatiran utama lainnya adalah ketersediaan tenaga kerja yang sesuai serta transformasi bisnis untuk meraih peluang pertumbuhan baru.





Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah semakin menambah ketidakpastian bisnis, dengan para responden mengidentifikasi kenaikan biaya operasional, ketidakpastian pasar, melemahnya permintaan, dan gangguan rantai pasokan sebagai risiko-risiko utama.





Perusahaan-perusahaan juga lebih berhati-hati terkait prospek ke depan. Sebanyak 38 persen responden bersikap netral perihal prospek bisnis, sementara 34 persen pesimistis dan hanya 20 persen yang optimistis.





Mencerminkan sentimen yang lesu, hanya 34 persen perusahaan memperkirakan pendapatan akan tumbuh tahun ini, turun dari 39 persen pada 2025. Meskipun 78 persen masih memperkirakan akan meraih keuntungan, lebih dari separuh di antaranya mengantisipasi profit yang lebih rendah dibanding tahun lalu.





Survei tersebut juga menunjukkan bahwa Malaysia, Indonesia, China, Vietnam, dan Thailand muncul sebagai pasar luar negeri teratas untuk ekspansi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB

Terpopuler

X