Rabu, 30 September 2026

Produksi beras nasional meningkat, segini proyeksinya hingga September 2026

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 23:20 WIB



Proyeksi produksi beras yang meningkat tersebut ditopang oleh kinerja produksi padi yang juga menunjukkan tren positif. Peningkatan produksi padi itu sejalan dengan bertambahnya luas panen sepanjang Januari�September 2026, yang menjadi dasar perhitungan produksi gabah kering giling (GKG) sebelum dikonversi menjadi produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat.





BPS memperkirakan produksi padi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 49,84 juta ton GKG, atau meningkat sekitar 0,01 juta ton GKG dibandingkan periode yang sama tahun lalu.





"Produksi padi sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026 diperkirakan mencapai 49,84 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton GKG dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025," kata Ateng.





Kenaikan juga terjadi pada produksi padi bulan Juni 2026 yang diperkirakan mencapai 4,29 juta ton GKG, meningkat 7,02 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 4,01 juta ton GKG.





Adapun potensi produksi padi pada periode Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 16,25 juta ton GKG, seiring masih luasnya tanaman padi yang memasuki fase produktif dan siap dipanen.





Dari sisi luas panen, BPS memperkirakan luas panen padi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 9,46 juta hektare, atau meningkat sekitar 0,01 juta hektare atau 0,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.





Pada Juni 2026, luas panen tercatat mencapai 0,84 juta hektare, meningkat 6,93 persen dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 0,79 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen selama Juli hingga September 2026 diperkirakan mencapai 3,15 juta hektare.





Ateng menjelaskan, hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA) pada Juni 2026 menunjukkan aktivitas budidaya padi nasional masih berlangsung dengan baik. Sebanyak 40,27 persen lahan pertanian berada pada fase standing crop atau sedang ditanami padi. Sementara 28,89 persen lahan ditanami komoditas selain padi, 11,78 persen berada dalam kondisi bera, 10,66 persen telah dipanen, dan 8,16 persen sedang dalam tahap persiapan lahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB

Terpopuler

X