Rabu, 30 September 2026

Waspada! Kopi, madu sampai daging kini bisa dipalsukan

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Selasa, 2 Juni 2026 | 10:17 WIB



Menurut Laila, tingginya keuntungan ekonomi, mahalnya harga bahan baku, meningkatnya permintaan pasar, lemahnya pengawasan, serta panjangnya rantai distribusi pangan menjadi faktor utama penyebab terjadinya food fraud.





“Selain itu, rendahnya kesadaran konsumen dan keterbatasan teknologi deteksi juga turut memperbesar peluang praktik kecurangan pangan,” imbuhnya.





Untuk mendeteksi praktik tersebut, BRIN mengembangkan berbagai metode autentikasi pangan, baik secara konvensional maupun modern.Metode konvensional dilakukan melalui uji organoleptik, pengamatan fisik sederhana, serta uji kimia dasar.





Sementara metode modern memanfaatkan teknologi canggih seperti kromatografi, spektroskopi, analisis berbasis DNA, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).“Teknologi seperti FTIR, GC-MS, LC-MS, hingga DNA barcoding mampu mendeteksi pemalsuan pangan dengan lebih cepat dan akurat.





Termasuk untuk mendeteksi campuran bahan non-halal maupun pencampuran minyak dan lemak,” jelasnya.





PRTPP BRIN juga aktif melakukan riset autentikasi pangan melalui pengembangan metode deteksi berbasis metabolomik, spektroskopi, dan machine learning.Penelitian tersebut dilakukan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan nasional serta menyediakan dasar ilmiah bagi penyusunan regulasi pemerintah.





Beberapa riset yang telah dilakukan di PRTPP BRIN antara lain pengembangan metode untargeted metabolomics berbasis LC-HRMS untuk mendeteksi campuran daging non-halal, metode autentikasi berbasis DNA untuk identifikasi spesies pangan, dan penggunaan FTIR spectroscopy dan chemometrics untuk mendeteksi adulterasi minyak.





“Selain riset, BRIN juga memperkuat kolaborasi dengan industri pangan, perguruan tinggi, dan lembaga pemerintah seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini untuk mempercepat penerapan teknologi deteksi di industri serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan pangan,” papar Laila.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB

Terpopuler

X