Rabu, 30 September 2026

1.582 kapal ikan modern untuk nelayan, pastikan tahun ini mulai dibangun

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Rabu, 13 Mei 2026 | 10:51 WIB
Foto.Dok KKP
Foto.Dok KKP


Jakarta (Aentenews) - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keseriusannya untuk membangun sektor kelautan dan perikanan nasional dengan pengadaan sebanyak 1.582 kapal ikan modern yang diperuntukkan kepada nelayan di seluruh Indonesia.





Dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (12/5/2026), menyebutkan, pembangunan kapal modern itu disampaikan presiden Prabowo Subianto saat kunjungannya ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo. 





Di hadapan para nelayan dan masyarakat pesisir di kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026) Prabowo menegaskan bantuan kapal akan mulai direalisasikan tahun ini. Program tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah mendorong nelayan lokal “naik kelas” melalui modernisasi armada tangkap dan penguatan ekonomi pesisir.





Presiden Prabowo menyatakan, pembangunan kapal dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil sekaligus langkah memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu untuk  rakyat kita akan bangun mulai tahun ini sebanyak 1.582 kapal ikan,” ujar Prabowo.





Program bantuan kapal tersebut akan dijalankan melalui koperasi nelayan. Pemerintah mendorong nelayan di berbagai daerah membentuk kelompok usaha berbasis koperasi agar distribusi bantuan lebih terorganisasi dan berkelanjutan. Kapal yang dibangun terdiri dari berbagai ukuran, mulai kapal kecil hingga kapal besar sesuai kebutuhan wilayah penangkapan ikan.





Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pembangunan 1.582 kapal dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang nantinya diprioritaskan untuk mendukung aktivitas ekonomi di KNMP.





Menurut Trenggono, program ini bertujuan meremajakan armada perikanan nasional yang sebagian besar telah berusia tua. Pemerintah memastikan seluruh kapal diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor maritim.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

BGN tegas, tutup 1.999 dapur SPPG 

Rabu, 9 September 2026 | 23:28 WIB

Empat bandara ditutup hari ini hingga pukul 18.00 WIB

Senin, 7 September 2026 | 11:48 WIB

Terpopuler

X