Dalam rangka memperkuat daya saing IKM perkakas tangan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA terus bersinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, tenaga ahli, serta pelaku usaha sebagai offtaker untuk mengembangkan sentra IKM tersebut.
Namun demikian, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan bahan baku baja dengan komposisi karbon tertentu, persaingan produk impor, serta kebutuhan investasi teknologi yang cukup besar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ditjen IKMA menjalankan berbagai program penguatan, antara lain fasilitasi kerja sama bisnis, pendampingan teknis, restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, serta kemitraan dengan penyedia teknologi dan stakeholder terkait.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari menyampaikan bahwa IKM perkakas tangan memiliki potensi besar menjadi mitra industri besar, BUMN, maupun pemerintah daerah, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
Aentenews by Ampelsa