Huntara yang dibangun BNPB berbentuk blok hunian komunal yang dilengkapi fasilitas dasar seperti pasokan air dan listrik. Setiap unit huntara juga memiliki kamar mandi dan toilet.
Menurut Suharyanto, konsep hunian komunal dipilih karena keterbatasan lahan. Sebagian warga kehilangan tempat tinggal setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dalam penanganan bencana di daerahnya.
Dalam sambutannya, bupati Suhaidi berharap dukungan pemerintah melalui BNPB terus berlanjut untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah penghasil kopi tersebut.
Seusai menyampaikan harapan , Bupati Suhaidi bersama Kepala BNPB Suharyanto mengajak warga penghuni baru huntara berbuka puasa dan dilanjutkan penyerahan santunan kepada anak yatim.
Aentenews by Farid Ismulah