Anton menambahkan "Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, Pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat", ujarnya.
Akselerasi digital menjadi fokus BSI jangka panjang dan akan terus dilakukan inovasi sehingga BSI mampu bersaing dan menjadi pilihan utama masyarakat. Saat ini, BSI juga terus melakukan improvisasi melalui superapps BYOND yang dibangun untuk mendekatkan BSI ke nasabah.
Dipihak lain, ia menjelaskan lonjakan harga emas dalam kurun waktu satu tahun terakhir mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi.
Hal ini juga didorong atas kebijakan pemerintah untuk memaksimalkan potensi emas dan memonetisasi investasi emas melalui Bank Emas (bullion bank) dengan cara yang mudah. Sebagai bank emas pertama di Indonesia, BSI memiliki izin perdagangan emas, penjualan emas dan penitipan emas. Dengan adanya tiga izin ini, layanan bank emas BSI cukup lengkap dan komprehensif di masyarakat.
Sejak launching pada 26 Februari 2025, atau dalam waktu kurang dari satu tahun harga emas bullion naik 56,22 persen Year to Date. Investasi emas di BSI dilakukan secara digital melalui layanan Bank Emas pada superapps BYOND by BSI.
Nasabah dapat bertransaksi realtime 24 jam dengan investasi awal cukup murah di kisaran Rp50 ribuan. Melalui BYOND, nasabah dapat membeli emas, jual emas, transfer emas, atau mencetak emas yang dimiliki.
Selain nilai investasi dapat dilihat secara langsung pada BYOND, kepemilikan emas melalui aplikasi adalah jaminan keamanan karena nasabah tak perlu kuatir emas fisiknya hilang karena emas fisik disimpan di _smart vault bank_.
Selain melakukan investasi emas melalui BYOND, melalui mobile banking tersebut nasabah juga dapat mengajukan cicil emas dan gadai emas. Fasilitas cicil emas dapat dimanfaatkan bagi nasabah yang ingin membeli emas dengan harga hari ini dan kemudian mencicil hingga lunas. //Redaksi.